slider-image

Juara 6 Nasional Lomba Karya Artistik Proyek Teater Hagen PASCH Goethe-Institut

blog-img

 

Kabar gembira datang dari Sheva Rahmi Syahrika siswi kelas X Desain Grafis yang menorehkan prestasi pada ajang kompetisi nasional yang diadakan Lembaga PASCH Goethe-Institut Indonesia, dimana SMK Negeri 1 Banda Aceh merupakan salah satu sekolah mitra ( PASCH-Schule ) dengan Negara Jerman yang sudah bekerjasama sejak 2010. Setiap tahunnya PASCH rutin mengadakan berbagai agenda dan perlombaan yang berhubungan dengan pembelajaran Bahasa Jerman tentunya baik untuk siswa-sisw, guru, serta manajemen sekolah. Dalam berbagai kegiatannya, PASCH sering memberi hadiah berupa suvenir, seperti contohnya pulpen, buku catatan, botol minum, pin, kaos, dll. Tujuannya adalah untuk mempromosikan inisiatif PASCH itu sendiri serta kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan pedoman desain dari Goethe-Institut.

Pada akhir tahun 2020, PASCH Goethe-Institut Indonesien mendukung proyek dari Teater Hagen untuk mengumpulkan pendapat siswa-siswi mengenai hak mereka di negaranya melalui hasil karya artistik (monolog, puisi, lagu musik, gambar, dsb.). Lutz Hagen pada musim ini secara eksplisit mengaitkan dan menangani hak-hak dari anak-anak dan remaja dengan moto “bebas dan tanpa aturan”. ( Link Info Lomba : LOMBA PROYEK TEATER „STADT DER KINDER“ ). Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus, mengingat SMK Negeri 1 Banda Aceh memiliki jurusan yang relevan yaitu Desain Grafis (DG) dan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP). Akan tetapi antusiasme siswa-siswi juga muncul dari jurusan lainnya. Peserta yang mewakili SMK Negeri 1 Banda Aceh dalam Kompetisi karya artistik PASCH 2021, diantaranya :
1. Annisa Salsabila Musran, kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga;
2. Rima Rahmadhany, kelas XI jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga;
3. Anggraeni Amalia Putri, kelas XI Jurusan Desain Garfis;
4. Sheva Rahmi Syahrika, kelas X Jurusan Desain Garfis;
sudah mengikuti proses selesksi oleh guru baik kreatifitas dalam Desain Grafis juga kemampuan Bahasa Jerman untuk dibimbing lebih lanjut.
Para peserta lomba diharuskan membuat hasil karya dalam format digital berdasarkan konsep dan gagasan untuk mendirikan sebuah kota baru. Sebuah kota yang dikelola oleh anak-anak dan remaja. Tempat semuanya dapat hidup bahagia dengan bebas dan tanpa aturan, namun sekaligus terlindung. Sebuah kota tempat keputusan diambil oleh orang-orang muda. Gagasan-gagasan mereka sendiri mengenai hak anak-anak dan remaja, status quo, dan keinginan mereka untuk masa depan yang patut disambut dengan sukacita. Mereka berasal dari berbagai negara berbeda dan selama ini mendapat pengalaman yang sangat beragam pula. Tapi sekarang mereka datang dan hendak mendirikan Kota Anak-Anak untuk kita semua. Mungkinkah kota ini benar-benar terwujud? Kita belum tahu, tapi kita bertekad bulat untuk mencobanya.

Dari 15 karya yang masuk, telah terpilih 7 karya terbaik yang bisa mempresentasikan konsep Kota Anak-Anak dengan baik. Ketujuh karya ini akan digunakan sebagai bahan untuk proyek teater utopia yang berjudul Kota Anak-Anak. Selain karyanya dijadikan bahan untuk proyek teater utopia “Kota Anak-Anak”, para pemenang juga berhak mendapatkan hadiah dari PASCH Goethe-Institut Indonesien, yaitu beasiswa kursus bahasa Jerman untuk satu sub tingkat di Goethe-Institut Indonesien atau Wisma Jerman Surabaya untuk satu sub tingkatan kursus pada periode kursus tahun 2021. (AI)