slider-image

LOMBA DESAIN SUVENIR PASCH 2020

blog-img

 

Kabar gembira datang dari Muhammad Davin Yahya siswa-sisw kelas XI Desain Grafis yang menorehkan prestasi pada ajang kompetisi nasional yang diadakan Lembaga PASCH Goethe-Institut Indonesia, dimana SMK Negeri 1 Banda Aceh merupakan salah satu sekolah mitra ( PASCH-Schule ) dengan Negara Jerman yang sudah bekerjasama sejak 2010. Setiap tahunnya PASCH rutin mengadakan berbagai agenda dan perlombaan yang berhubungan dengan pembelajaran Bahasa Jerman tentunya baik untuk siswa-sisw, guru, serta manajemen sekolah. Dalam berbagai kegiatannya, PASCH sering memberi hadiah berupa suvenir, seperti contohnya pulpen, buku catatan, botol minum, pin, kaos, dll. Tujuannya adalah untuk mempromosikan inisiatif PASCH itu sendiri serta kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung sesuai dengan pedoman desain dari Goethe-Institut.

Sejak Juni 2020 PASCH-Indonesia mengundang seluruh siswa-siswi dari sekolah mitra untuk membuat desain dari suvenir ( merchandise ) dan menjelaskan filosofinya dalam Bahasa Jerman ( Link Info Lomba : Lomba Desain Suvenir PASCH 2020 ). Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus, mengingat SMK Negeri 1 Banda Aceh memiliki jurusan yang relevan yaitu Desain Grafis (DG) dan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP). Akan tetapi antusiasme siswa-siswi juga muncul dari jurusan lainnya. Peserta yang mewakili SMK Negeri 1 Banda Aceh dalam Kompetisi Desain Suvenir PASCH 2020, diantaranya :
1. M. Arif Ardelian, kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan;
2. M. Rayyan Rio Zafif, kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan;
3. Darmawan, kelas XI Jurusan Desain Garfis;
4. Muhammad Davin Yahya, kelas XI Jurusan Desain Garfis;
5. Anggraeni Amalia Putri, kelas XI Jurusan Desain Garfis;
6. dan Sulthan Muhammad Yasin, kelas XII Jurusan Desain Garfis
sudah mengikuti proses selesksi oleh guru baik kreatifitas dalam Desain Grafis juga kemampuan Bahasa Jerman untuk dibimbing lebih lanjut.
Setelah melalui proses penilaian, hasil karya seluruh peserta yang diterima dari semua kategori suvenir (kaos, tas kain, buku catatan dan botol minuman) yang dilakukan oleh tim dewan juri yang terdiri dari seorang desainer grafis dari Jerman, seorang desainer grafis dari Indonesia dan seorang dari tim PASCH Goethe-Institut Indonesien. Pemenang dengan desain terbaik dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: keaslian, kreativitas, estetik, informasi dalam desain, interaksi antara desain dan deskripsi, serta kesesuaian dengan tema, yaitu desain tersebut mempunyai hubungan dengan Jerman dan dapat memotivasi siswa-sisw-siswi untuk belajar bahasa Jerman.

Davin merupakan satu-satunya wakil Aceh yang berhasil meraih juara III dari kategori suvenir botol minuman ( Link : Pengumuman Pemenang ). Para pemenang dari masing-masing kategori akan mendapatkan beasiswa-sisw penuh (tiket keberangkatan di kelas ekonomi, biaya pendaftaran, penginapan dan akomodasi) untuk mengikuti PASCH-Schülercamp 2021 di Indonesia. Namun apabila kegiatan tersebut tidak dapat terlaksana karena sesuatu hal yang tidak dapat dihindari (misalnya pandemi), maka kami akan menawarkan beasiswa-sisw kursus daring di Goethe-Institut sebagai hadiah pengganti.

Saat diwawancara secara daring, Davin menyampaikan bahwa ia sangat senang karena proses perjuangannya selama seminggu sebelum semua hasil karya berhasil diunggah, sekarang sudah menunnjukkan hasil. Yang mana desain tersebut ia buat disaat-saat waktunya tidur, makan, bahkan belajar dan ia selalu berdoa sebulan penuh dengan harapan memenangkan kompetisi ini. Tetapi ia tidaklah sendiri, juga bersaing dengan 4 teman wakil sekolah sesama peserta dan bahkan seluruh Indonesia. Tidak lupa juga, berkat dukungan dan doa dari orang terdekat, Alhamdulillah ia berhasil memenangkan perlombaan yang dibuat oleh PASCH- Goethe Institut dengan memperoleh juara 3 desain suvenir botol minuman. Dan di hari ia menerima kabar dari guru koordinator PASCH- SMK Negeri 1 Banda Aceh, ia merasa bangga dan juga senang, karena sudah ia tunggu sejak 2 bulan lalu. Davin juga berpesan untuk teman-teman yang belum berhasil “Dengan semangat, percaya, dan diiringi dengan doa, semua yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin. Karena saat mengikuti suatu perlombaan, kita harus yakin menang 100% dan pada akhirnya kita akan benar-benar mendapatkan juara, intinya kalian tetap optimis ya teman-teman", tutupnya. (AI-28 September 2020)